<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>seputar kita ..</title>
	<atom:link href="http://arsaf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arsaf.wordpress.com</link>
	<description>just another arsaf.wordpress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2009 06:55:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arsaf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/61e93af907ab063c5f969474d8a99b80?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>seputar kita ..</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>10 Pohon Ramadhan</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2009/08/31/29/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2009/08/31/29/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2009/08/31/29/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211;Ulis Tofa, Lc&#8211;
dakwatuna.com &#8211; Ibarat sebuah tanaman, maka amaliyah Ramadhan adalah pohonnya. Mediumnya adalah bulan Ramadhan. Pohon apa yang kita tanam di medium Ramadhan, itulah yang akan kita petik, itulah yang akan kita nikmati. Karena “siapa menanam dia yang menuai”.
Pertanyaannya; Pohon apa saja yang perlu kita tanam di bulan suci ini?
Paling tidak ada 10 pohon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=29&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8211;Ulis Tofa, Lc&#8211;<br />
dakwatuna.com &#8211; Ibarat sebuah tanaman, maka amaliyah Ramadhan adalah pohonnya. Mediumnya adalah bulan Ramadhan. Pohon apa yang kita tanam di medium Ramadhan, itulah yang akan kita petik, itulah yang akan kita nikmati. Karena “siapa menanam dia yang menuai”.</p>
<p>Pertanyaannya; Pohon apa saja yang perlu kita tanam di bulan suci ini?<span id="more-29"></span></p>
<p>Paling tidak ada 10 pohon Ramadhan yang mesti kita tanam di medium bulan Ramadhan ini:</p>
<p>Pohon pertama, shaum. Tidak sekedar menahan hal yang membatalkan shaum –makan, minum dan berhubungan biologis- dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari saja. Karena, kalau hanya sekedar menahan yang demikian, boleh jadi anak kecil, usia SD bisa melakukannya. Betapa anak-anak kita sudah belajar shaum semenjak dibangku sekolah bukan?</p>
<p>Nah, kalau demikian, apa bedanya shaumnya kita dengan mereka?</p>
<p>Harus ada nilai lebih, yaitu menjaga dari yang membatalkan nilai dan pahala shaum.</p>
<p>Apa yang membatalkan nilai shaum. Di antaranya bohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian, mata, telinga, lisan, tangan, kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.</p>
<p>“Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendapatkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar dan dahaga semata.” Begitu penegasan Rasulullah saw.</p>
<p>Pohon kedua, sahur. Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bukan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan diakhir jelang waktu fajar. Di sinilah waktu-waktu yang sangat mahal, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmat dan kekeluargaan.</p>
<p>“Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” Begitu sabda Rasulullah saw. mengajarkan.</p>
<p>Pohon ketiga, ifthar. Buka puasa. Sunnah buka puasa itu disegerakan. Ketika dengar kumandang adzan Maghrib, segera lakukan buka puasa. Jangan tunda, jangan sok kuat, nanti bakda tarawih saja, bukan.</p>
<p>Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda. Berapa biji? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada, seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah saw. bukan dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan, bukan. Dan Rasulullah saw. pun baru makan besar setelah shalat tarawih.</p>
<p>Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian manahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku ini tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justeru dengan berlapar-lapar sambil merenungkan hikmah shaum dan menjadi bukti kesyukuran adalah sebagian dari target berpuasa. Sehingga dengan sadar dan hikmat kita berdoa saat berbuka:</p>
<p>“Yaa Allah, kepada-Mu aku shaum, dengan rizki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa haus-dahagaku, kerongkongan telah basah, karena itu tetapkan pahala bagiku, insya Allah.”</p>
<p><span> Pohon keempat, tarawih. Tarawih berasal dari akar kata “raaha-yaruuhu-raahatan-wa</span></p>
<div>tarwiihatan- yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah shalat yang dilaksanakan dengan thuma’ninah, santai, khusyu’ dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rekaatnya saja, mau delapan, dua puluh, empat puluh, silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib, dan sunnah shalat.</p>
<p>Kalau kita disuruh memilih, apakah shalat tarawih di masjid yang dalamnya dibaca “idzaa jaa’a nashrullahi wal fathu” atau shalat tarawih di masjid yang baca “idzaa jaa’akal munaafiquna qaaluu nasyhadu innaka larasuuluh…” Pilih mana?</p>
<p>Kita tidak dalam posisi membandingkan surat yang dibaca, semua adalah surat dalam Al-Qur’an, namun kita ingin membandingkan sikap kita, apa kita pilih yang panjang-panjang namun khusyu’ atau pilih yang pendek-pendek namun secepat kilat.</p>
<p>Umat muslim harus berani mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksanakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah swt. secara langsung.</p>
<p>Bukankah Rasulullah saw. meneladankan kepada kita, bahwa beliau shalat tarawih, di reka’at pertama setelah beliau membaca surat Al-Fatihah, beliau membaca surat Al-Baqarah sampai selesai, para sahabat mengira beliau akan ruku’, namun beliau melanjutkan membaca surat An-Nisa’ sampai selesai, para sahabat kembali mengira beliau akan ruku’, namun kembali beliau membaca surat Ali-Imran sampai selesai, baru beliau ruku’. Sedangkan ruku’, i’tidal dan sujud beliau lamanya seperti beliau berdiri rekaat pertama. Subhanallah!</p>
<p>Tentu kita tidak sekuat Rasulullah saw. namun yang kita teladani dari beliau adalah pelaksanaannya, dengan cara yang thuma’ninah, khusyu’ dan penuh tadabbur.</p>
<p>Pohon kelima, tilawatul Qur’an. Membaca Al-Qur’an. Atau yang populer adalah tadarus Al-Qur’an. Tadarus tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, juga dilakukan setiap hari di luar Ramadhan, namun pada bulan suci ini tadarus lebih dikuatkan, ditambahkan kuantitas dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah saw. bergantian bertadarus dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan malaikat Jibril.</p>
<p>Imam Malik, ketika memasuki bulan suci Ramadhan meninggalkan semua aktivitas keilmuan atau memberi fatwa. Semua ia tinggalkan hanya untuk mengisi waktu Ramadhannya dengan tadarus.</p>
<p>Imam Asy-Syafi’i, si-empunya madzhab yang diikuti di negeri ini, ketika masuk bulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Qur’an sehari dua kali, sehingga beliau khatam Al-Qur’an 60 kali selama sebulan penuh. Subhanallah!</p>
<p>Kita tidak perlu mendebat, apakah itu mungkin? Bagaimana caranya beliau bisa melakukan hal itu? Esensi yang jauh lebih penting adalah, semangat dan mujahadah yang kuat itulah yang mesti kita miliki dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.</p>
<p>Pohon keenam, ith’aamul ifthor. Memberi berbuka puasa. Jangan diremehkan memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, baik langsung maupun lewat masjid. Walau hanya satu butir kurma, satu teguk air, makanan, minuman dan lainnya. Sebab, nilai dan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa yang kita kasih berbuka itu. Di negara-negara Timur-Tengah, tradisi dan sunnah memberi buka puasa ini sangat kental. Hampir-hampir setiap rumah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kerabat, musafir, tetangga, sahabat, untuk berbuka bersama dengan mereka.</p>
<p>Kita jadikan memberi buka bersama ini sebagai sarana menebar kepedulian, kekeluargaan, keakraban, dengan sesama, lebih lagi sebagai sarana fastabiqul khairat.</p>
<p>Pohon ketujuh, i’tikaf. Melaksanakan i’tikaf 10 hari akhir Ramadhan. Inilah amalan sunnah muakkadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw. semasa hidupnya. Lebih dari 8 atau 9 kali beliau beri’tikaf di bulan suci ini, bahkan di tahun di mana beliau meninggal, beliau beri’tikaf 20 hari akhir Ramadhan. Beliau membangunkan istri-sitrinya, kerabatnya untuk menghidupkan malam-malam mulia dan mahal ini. (baca i’tikaf)</p>
<p>Pohon kedelapan, taharri lailatail qadar. Memburu lailatul qadar. Usia rata-rata umat Muhammad adalah 60 tahun, jika lebih, itu kira-kira bonus dari Allah swt. Namun usia yang relatif pendek itu bisa menyamai nilai dan makna usia umat-umat terdahulu yang bilangan umur mereka ratusan bahkan ribuan tahun. Bagaimana caranya? Ya, dengan cara memburu lailatul qadar, sebab orang yang meraih lailatul qadar dalam kondisi beribadah kepada Allah swt., berarti ia telah berbuat kebaikan sepanjang 1000 bulan atau 84 tahun 3 bulan penuh. Jika kita meraih lailatul qadar sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka nilai usia dan ibadah kita bisa menyamai umat-umat terdahulu.</p>
<p>Rahasia inilah yang di yaumil akhir kelak, umat Muhammad saw. dibangkitan dari alam kubur terlebih dahulu, dihisab terlebih dahulu, dimasukkan ke surga terlebih dahulu, dan juga dimasukkan ke neraka terlebih dahulu, waliyadzu billah.</p>
<p>“Pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang dari kebaikan.” (H.R. Ahmad)</p>
<p>Pohon kesembilan, umroh. Melaksanakan ibadah umroh dibulan suci Ramadhan, terutama 10 akhir Ramadhan. Sebab melaksanakan umroh di bulan suci ini seperti malaksanakan ibadah haji atau ibadah haji bersama Rasulullah saw.</p>
<p>“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat yang lain: “Sebanding haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Pohon kesepuluh, menunaikan ZISWAF, yaitu mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. ZISWAF adalah merupakan ibadah maaliyah ijtima’iyyah, ibadah yang terkait dengan harta dan berdampak pada manfaat sosial. Mengeluarkan ZISWAF tidak hanya bulan suci Ramadhan, kecuali zakat fitrah yang memang harus dikeluarkan sebelum shalat iedul fitri, sedangkan zakat-zakat yang lain, sedekah dan infaq dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun karena bulan Ramadhan menjanjikan kebaikan berlipat, biasanya kesempatan ini tidak disia-siakan umat muslim, sehingga umat muslim berbondong-bondong menunjukkan kepeduliannya dengan berZISWAF. Tentu dilakukan dengan baik, benar dan tidak memakan korban. Lebih baik lagi jika disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat yang memang mengelola dana-dana umat ini sepanjang hari, tidak hanya tahunan.</p>
<p>Berbicara tentang potensi ZISWAF di negeri ini sangatlah besar jumlah, setiap tahunnya potensi ZISWAF itu 19, 3 Trilyun Rupiah. Subhanallah, dana yang tidak sedikit yang jika bisa digali, diberdayakan, maka ekonomi umat Islam akan lebih baik.</p>
<p>Inilah 10 pohon Ramadhan, “Siapa menanamnya ia akan menuai”, biidznillah. Allahu a’lam &#8211; dakwatuna.com -</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=29&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2009/08/31/29/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Catatan di Akhir Ramadhan</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/tiga-catatan-di-akhir-ramadhan/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/tiga-catatan-di-akhir-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 08:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[“Siapa yang tidak mampu meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa), maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya.” (HR. Al-Bukhari)
Maha Agung Allah Yang menggantikan malam kepada siang. Siang pun kembali menuju malam. Hari-hari beriring membentuk bulan. Dan bulan-bulan pun beredar menjadi tahun. Semua nikmat dan berkah-Nya seperti berkumpul pada satu puncak bulan: Ramadan. Kini “madu” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=27&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Siapa yang tidak mampu meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa), maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Maha Agung Allah Yang menggantikan malam kepada siang. Siang pun kembali menuju malam. Hari-hari beriring membentuk bulan. Dan bulan-bulan pun beredar menjadi tahun. Semua nikmat dan berkah-Nya seperti berkumpul pada satu puncak bulan: Ramadan. Kini “madu” Ramadhan tahun ini sudah sampai di tetes terakhir untuk kita nikmati. Ada tiga catatan yang patut kita garis bawahi selama menikmati Ramdhan tahun ini, (tapi Anda bisa menambahkannya sesuai perenungan yang Anda dapatkan selama menikmati Ramadhan tahun ini).<span id="more-27"></span></p>
<p><strong>Pertama, seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan.</strong></p>
<p>Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita. Mungkin, nafsu bisa mendikte apa pun di luar Ramadan. Di balik tuntutan lapar, ia bisa saja menciptakan seribu satu dalih agar orang mencuri. Ia juga bisa mengelabui orang hingga terjebak pada zina. Dan di balik tuntutan istirahat, ia pun mampu mengungkung orang menjadi penyantai dan pemalas.</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 12: 53)</p>
<p>Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar. Ia bebas mondar-mandir. Bisa bertingkah seperti apa pun menurut seleranya. Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.</p>
<p>Allah swt. menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya. Hingga, nafsu tidak lagi seperti anak kecil yang bisa dapat apa pun ketika merengek dan menuntut. Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.</p>
<p><strong>Kedua, sekotor apa pun jiwa kita, ia bisa dibersihkan. </strong></p>
<p>Jangan pernah membayangkan kalau yang di dalam tak tersentuh kotoran. Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa. Suatu saat, pipa bisa keropos. Ini akan berpengaruh pada keluaran yang dihasilkan.</p>
<p>Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. Bahkan mungkin, tidak ada sama sekali. Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati. “<em>Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena</em> <em>sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.</em>” (QS. 22: 46)</p>
<p>Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Tidak akan ada tumpukan racun si pembuat keropos. Otomatis, keluaran pun menjadi bersih. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. 91: 7-10)</p>
<p>Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung karena telah berusaha membersihkan jiwa kita selama sebulan di Ramdhan tahun ini.</p>
<p><strong>Ketiga, sepicik apa pun ego kita, ia bisa dicerdaskan.</strong></p>
<p>Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.</p>
<p>Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah. Ego menghias kepicikan diri menjadi prestasi besar.</p>
<p>Ramadan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. Dan kelemahannya begitu sederhana. Semua ada pada energi yang dihasilkan dari nasi, ikan, telur, dedaunan, dan air. Selebihnya, ego tak punya apa-apa.</p>
<p>Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna <em>qiyamul lail</em>. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “<em>Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya.</em>..” (QS. 98: 5)</p>
<p>Semoga tarbiyah Rabbaniyah di Ramadhan tahun ini telah mengembalikan kita kepada kesadaran bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tugas utamanya adalah menyembah Allah. Tidak lebih.</p>
<p>Inilah momentum Ramadan yang begitu mahal. Persis seperti kucuran hujan buat para petani. Kumpulan airnya akan berlalu begitu saja jika tidak segera dibendung, dialirkan, dan dimanfaatkan. Agar, benih-benih kebaikan baru bisa tumbuh, besar, dan berbuah. Semoga kita bukan petani yang lalai menampung hujan rahmat di Ramadhan tahun ini. M. Nuh.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=27&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/tiga-catatan-di-akhir-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sisi Lain Ramadhan</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/sisi-lain-ramadhan/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/sisi-lain-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 08:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan mendorong hamba-hamba Allah swt untuk berpacu meningkatkan kuantitas dan kualitas amal. Sekaligus untuk menghargai waktu dan memanfaatkan secara optimal tempat-tempat yang di sukai Allah swt. Itulah tiga dimensi yang manusia pasti melalui, menghadapi, dan mengalaminya dalam kehidupan mereka. Yaitu, dimensi ruang, dimensi waktu dan dimensi perbuatan. Ketika manusia mampu mengendalikan ketiga dimensi tersebut, pastilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=25&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ramadhan mendorong hamba-hamba Allah swt untuk berpacu meningkatkan kuantitas dan kualitas amal. Sekaligus untuk menghargai waktu dan memanfaatkan secara optimal tempat-tempat yang di sukai Allah swt. Itulah tiga dimensi yang manusia pasti melalui, menghadapi, dan mengalaminya dalam kehidupan mereka. Yaitu, dimensi ruang, dimensi waktu dan dimensi perbuatan. Ketika manusia mampu mengendalikan ketiga dimensi tersebut, pastilah ia menjadi orang yang sukses, bahagia di dunia dan akhirat. Dan Ramadhan mengkondisikan hamba-hamba Allah swt. untuk mengendalikan tiga dimensi tersebut sekaligus secara efektif.<span id="more-25"></span></p>
<p><strong>Dimensi Waktu</strong></p>
<p>Saudaraku, Ramadhan menyuguhkan kepada kita waktu-waktu yang sangat mahal di mata Allah swt. Adalah waktu sahur, waktu menjelang berbuka, waktu sepertiga malam, bahkan waktu-waktu di saat manusia bero’da ketika kondisi shaum dikabulkan oleh Allah swt. Waktu dalam pandangan Islam sangat urgen dan vital. Allah swt di banyak kesempatan dalam Al Qur’an bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, yaitu waktu. Misalkan, Wal Ashri –Demi waktu ashar-, Wal fajri –Demi waktu fajar-, Wadl dluha –Demi waktu dluha- dst. Ketika Allah swt bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, maka para ahli tafsir sepakat bahwa objek sumpah itu menjadi sangat penting dan berharga di mata Allah swt.</p>
<p>Dalam konteks Ramadhan pun disebut bilangan waktu, ayyaamam ma’dudaat –hari-hari yang terhitung, terbatas- yang juga berarti penegasan untuk selalu memperhatikan waktu dan kesempatan. Allah swt berfirman:</p>
<p><em>”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.”</em> (QS. Al Baqarah: 183-184)</p>
<p>Sehingga penyair Arab mengatakan:</p>
<p>Anda adalah rangkaian dari hari-hari<br />
Jika lewat satu hari<br />
Maka berkuranglah jatah umur Anda</p>
<p>Saudaraku, tabiat waktu tidak bisa berulang kembali, tidak bisa diputar kembali. Satu hari lewat berarti itulah amal perbuatan yang Anda lakukan, tidak bisa diganti, ditambah, atau disempurnakan di hari lain. Maka ketika fajar merekah, berarti Anda menjadi makhluk baru untuk hari itu. Jatah umur ummat Muhammad adalah antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun. Bilangan yang tidak banyak, jika dibandingkan dengan umur ummat-ummat terdahulu yang sampai ratusan bahkan ribuan tahun.</p>
<p>Namun kita bisa lebih unggul dalam hal nilai dan keberkahan usia dibanding mereka, ketika kita mampu mengambil dan meraih keutamaan-keutamaan yang Allah swt suguhkan untuk kita, diantaranya adalah meraih lailatul Qadar. Saudaraku, Ramadhan men-tarbiyah atau mendidik kita untuk selalu menghargai jenak-jenak waktu kita. Hari, jam, menit dan detik untuk digunakan sebanyak-banyak kebaikan dan kemanfaatan, sampai ajal menjelang. Dalam do’a yang ma’tsur kita diajarkan Nabi saw. bermunajat ”Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, agar Engkau menjadikan sebaik-baik umur kami pada akhirnya.”</p>
<p><strong>Dimensi Ruang</strong></p>
<p>Setiap manusia berasal dari tanah yang suci, akan kembali ke tanah pekuburan, dan akan dibangkitkan darinya di kemudian hari. QS. Al A’raf: 25. Nabiyullah Muhammad saw. dan ummatnya memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh ummat-ummat sebelumnya, yaitu ”Bumi dijadikan Allah swt sebagai tempat sujud –masjid- dan suci.” begitu sabda Rasulullah saw.</p>
<p>Saudaraku, ketika manusia tidak bisa lepas dari dimensi ruang atau tempat ini, maka kita dikondisikan untuk selalu dalam kebaikan. Kita dianjurkan untuk pindah tempat ketika melaksanakan shalat sunnah misalkan, adalah dalam rangka agar tempat yang kita injak, bersimpuh, bersujud menjadi saksi kebaikan kita di akhirat kelak.</p>
<p>Sebaliknya, bumi, ruang, tempat, dinding di kiri-kanan, dan atap diatas langitan pun akan menjadi saksi perbuatan dosa atau maksiat. Barang mati itu akan dibuat berbicara oleh Allah swt di akhirat kelak. Seorang penyair berucap:</p>
<p>Di atas bumi mana<br />
Di bawah langit mana<br />
Aku bisa bermaksiat?<br />
Karena bumi dan langit<br />
Akan menjadi saksi<br />
Apa yang aku perbuat</p>
<p>Ramadhan secara tersirat juga mengkondisikan kepada kita agar kita pandai menghargai dan mengoptimalkan ruang dan tempat yang di sukai Allah swt. Anjuran i’tikaf adalah dilakukan di baitullah atau masjid. Allah swt juga sangat mencintai majelis-majelis ilmu, dzikir, dan majelis taqarrub ilallah. Tempat kerja pun yang di dalamnya ditegakkan kejujuran, keteladanan, amanah, dan juga untuk kesejahteraan keluarga besar setiap yang bernaung di tempat kerja itu, bahkan untuk kepedulian sosial masyarakat adalah bagian dari yang disukai Allah swt.</p>
<p><strong>Dimensi Perbuatan</strong></p>
<p>Saudaraku, sanusia menjadi sukses atau bahagia bukan karena keturunan, karena jabatan, harta melimpah, juga bukan karena memiliki pendukung yang banyak.</p>
<p>Lihatlah Rasulullah saw. Di malam-malam bulan Ramadhan membangunkan putra-putrinya, Fatimah dan Ali radliyallahu ’anhum, dan dikatakan kepada mereka, ”Bangun, hidupkan malam dengan taqarrub ilallah, karena aku tidak bisa menolong kalian di akhhirat kelak. Kalian semua memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri.” Yang menentukan sukses dan bahagia adalah amal perbuatan. Allah swt menyediakan surga-Nya hanya bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Karena sil’ah atau barang dagangan Allah swt itu sungguh sangat mahal. Ketahuilah, bahwa barang dagangan Allah itu Jannah. Allah swt berfirman:</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim, Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka Itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”</em> (QS. Al A’raf: 40-42)</p>
<p>Saudaraku, Ramadhan begitu menjanjikan banyak bonus dan pahala. Amalan wajib dilipatgandakan menjadi sepulu sampai tujuh puluh kali lipat. Amalan sunnah dihitung wajib. Do’a diijabah. Baca Al Qur’an dilipatgandakan kebaikannya, satu huruf senilai sepuluh kebaikan. Sedekah diterima. Memberi buka puasa mendapatkan pahala persis seperti orang yang berpuasa tersebut. Berbuka puasa sendiri berpahala. Mengakhirkan sahur berpahala. Berjihad, berdakwah, mencari ilmu, meringankan orang yang kesusahan dll. berpahala.</p>
<p>Semua kebaikan bernilai pahala. Sehingga dalam bahasa Nabi saw ”Pintu-pintu surga di buka lebar-lebar”. Sedangkan peluang maksiat dan dosa tereduksi ”Pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat.”</p>
<p>Saudaraku, sisi lain dari pesan Ramadhan kepada kita adalah bagaimana agar kita menjadi pemenang dalam mengendalikan usia kita, keberadaan kita dan perilaku kita sehari-hari. Allahu A’lam. Ulis Toha, Lc<a title="Profile of Ulis Tofa, Lc" href="http://www.dakwatuna.com/author/ulis"> </a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=25&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2008/09/07/sisi-lain-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munajat..</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/munajat-2/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/munajat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/munajat-2/</guid>
		<description><![CDATA[Allah azza’wa jalla akan turun ke langit dunia setiap malam, ketika sepertiga malam terakhir seraya berfirman : “Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta keampunan dari-Ku maka aku akan mengampuninya. (HR. Bukhori dan Muslim)

 Banyak waktu untuk bermunajat kepada Alloh, setiap habis sholat, antara adzan dan iqomah, di waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=19&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah azza’wa jalla akan turun ke langit dunia setiap malam, ketika sepertiga malam terakhir seraya berfirman : “Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta keampunan dari-Ku maka aku akan mengampuninya. (HR. Bukhori dan Muslim)</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-19"></span><br />
<font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Banyak waktu untuk bermunajat kepada Alloh, setiap habis sholat, antara adzan dan iqomah, di waktu malam, ketika mendapat kesulitan, ketika teraniaya, ketika bersyukur memperoleh kenikmatan atau dalam waktu-waktu lain yang tidak teratur secara terperinci.</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari sekian banyak kesempatan, waktu malam lah saat yang paling ideal untuk bermunajat kepada Alloh SWT. Berikut adalah sebagian keutamaan bagi hamba Alloh yang menghidupkan malam dengan ibadah sebagai mana dijelaskan oleh Al-Qur’an.</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ciri orang-oang yang sholeh</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Mereka itu tidak sama; diatara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Alloh pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat) Mereka beriman kepada Alloh dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar dan bersegera kepada mengerjakan kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang sholeh. Dan apa-apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) dan Alloh maha mengetahui orang-orang yang bertaqwa” (QS. Ali Imran :113-115)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Layak      Menikmati Syurga.</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Katakan” Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ? Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Alloh), pada sisi Tuhan mereka ada syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan ada pula istri-istri yang disucikan serta keridhoan Alloh. </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan Alloh maha melihat akan hambanya. Yaitu orang-orang yang berdo’a : “ Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman , maka ampunilah segala dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh dan memohon ampun di waktu sahur. (QS. Ali Imran; 15-17)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Memiliki      hati mulia</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan. Dan Orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (QS. Al Furqon 63-64)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mendapat      Kucuran Rahmat</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“(Apakah kamu, hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan Rahmat Tuhannya? </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Katakanlah “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? ’Seseungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS. Az Zumar: 9)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akan Tabah menghadapi ketetapan Alloh SWT</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepadaNya pada beberapa saat di malam hari dan waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar) .(QS. Ath Thur : 48-49)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wassalam, via hilman-<br />
</span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=19&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/munajat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa dan Etos Kerja</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/puasa-dan-etos-kerja-2/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/puasa-dan-etos-kerja-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/puasa-dan-etos-kerja-2/</guid>
		<description><![CDATA[Di antara kejadian penting sepanjang sejarah perjuangan Rasulullah SAW yang sering terlupakan di bulan Ramadlan adalah Perang Badar. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan, saat pertama kalinya puasa disyariatkan Allah kepada Nabi SAW. Saat itu sekitar 313 kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW berhasil mengalahkan pasukan musyrikin Quraisy yang berjumlah sekitar 950 orang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=13&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font>Di antara kejadian penting sepanjang sejarah perjuangan Rasulullah SAW yang sering terlupakan di bulan Ramadlan adalah Perang Badar. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan, saat pertama kalinya puasa disyariatkan Allah kepada Nabi SAW. Saat itu sekitar 313 kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW berhasil mengalahkan pasukan musyrikin Quraisy yang berjumlah sekitar 950 orang di bawah komando Abu Sufyan. Inilah yang dikenal dengan Ghozwat Badr al-Kubra.</font></p>
<p><span id="more-13"></span><br />
<font> </font><font>Tentang Perang Badar ini Allah menegaskannya dalam surat Al-Anfal ayat 41. &#8221;Jika kalian beriman kepada Allah dan kepada apa-apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami pada Hari Pemisahan Hak dan Batil (<em>Yaumal Furqon</em>), yaitu hari bertemunya dua pasukan di medan perang.&#8221; Para ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud <em>Yaumal Furqon</em> dalam ayat ini adalah hari ketika terjadi Perang Badar. Hal inipun ditegaskan oleh lanjutan ayat ini, <em>yauma iltaqoo al-Jam&#8217;aani</em> (hari pertempuran dua pasukan). Refleksi substansial dari Perang Badar ini bukanlah pada perang fisiknya. Yang harus diteladani dari peristiwa 14 abad lalu itu adalah etos kerja dan etos juang yang tak pernah surut karena puasa. </font></p>
<p><font> </font><font>Peristiwa Badar menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW akan mampu melestarikan dan menumbuhkan etos kerja dan etos juang yang tinggi. Hal inilah yang justru sering diabaikan. Banyak kaum Muslimin yang menjustifikasi kelesuan dan pengurangan jam kerja, kemerosotan produktivitas, dan kemalasan-kemalasan lainnya, sebagai konsekuensi logis puasa. </font></p>
<p><font> </font><font>Padahal, Rasulullah SAW dan sahabatnya tidak mencontohkan demikian. Fakta Badar adalah realitas yang amat kontradiksi dengan anggapan ini. Bahwa, karena puasa tubuh jadi letih dan lemas, adalah wajar. Namun, bila karena puasa produktivitas, etos kerja, dan etos juang &#8216;melempem&#8217; , ini perlu dibenahi. </font></p>
<p><font> </font><font>Amat banyak kajian ilmiah yang membuktikan bahwa puasa efektif untuk melejitkan potensi kecerdasan spritual yang telah ada dalam diri setiap orang. Dari kecerdasan inilah akan melejit pula kecerdasan emosional dan intelektual. Bila tiga serangkai ini telah matang dalam diri seseorang maka ia akan mampu menghadapi dan menanggulangi apa pun yang menjadi masalahnya. </font></p>
<p><font> </font><font>Sedangkan dalam rumusan WHO yang mendefinisikan kesehatan (<em>health</em>) sebagai kondisi fisik, mental, dan sosial yang optimal dalam diri seseorang, puasa adalah sarana paling efektif mewujudkannya. Secara fisik ia akan terbebas dari berbagai penyakit, secara mental ia memiliki sikap dan pikiran positif, percaya diri, serta sabar. Dan secara sosial ia akan mempunyai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang amat tinggi. Inilah yang dimaksud sabda Rasulullah SAW, &#8221;<em>Shauumu tashihhuu</em>.&#8221; Berpuasalah, niscaya kalian sehat.</font></p>
<p><font> </font><font> Dalam kondisi negara kita yang masih terpuruk dalam berbagai krisis, puasa seyogianya mampu membangkitkan semangat untuk menerebas semua krisis itu. Puasa sepatutnya dapat menumbuhkan optimisme dan percaya diri yang nyaris hilang.</font></p>
<p><font>R Marfu&#8217; Muhyidin Ilyas</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=13&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/puasa-dan-etos-kerja-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/keutamaan-bulan-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/keutamaan-bulan-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/keutamaan-bulan-ramadhan-2/</guid>
		<description><![CDATA[KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).
Bulan diturunkannya Al Qur&#8217;an.
Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur&#8217;an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=9&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN</strong></p>
<ol>
<li><strong>Bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.</strong><br />
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).</li>
<li><strong>Bulan diturunkannya Al Qur&#8217;an.</strong><br />
Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur&#8217;an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (QS Al Baqarah: 185).</li>
<li><strong>Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.</strong><br />
Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum&#8217;at (HR At-Thabarani) . Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do&#8217;a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt&#8221;. (HR Ath-Thabarani) .</li>
<li><strong>Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.</strong><br />
Rasulullah saw bersabda: Shalat lima waktu, dari Jum&#8217;at ke Jum&#8217;at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari. (HR Muslim). Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun &#8216;alaih). Apabila Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu. (Muttafqun &#8216;alaih).</li>
<li><strong>Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.</strong><br />
Rabb-Mu berkata: &#8220;Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: &#8220;Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa&#8221;. (HR At-Tirmidzi).Khutbah Rasulullah saw menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan. Dari Salman RadhiyaLlahu &#8216;anhu, katanya: Rasulullah saw berkhutbah di tengah-tengah kami pada akhir bulan Sya&#8217;ban, beliau saw bersabda: &#8220;Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan.Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga, Ramadhan adalah bulan santunan.Bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapatkan pahala sebesar yang didapat oleh orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Sahabat berkomentar, kata mereka: &#8220;Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk berbuka yang dapat diberikan kepada orang yang berpuasa? Sabda Rasulullah saw: &#8220;Pahal tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa hanya satu buah kurma, atau seteguk air, atau sesendok mentega.</p>
<p>Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka, siapa yang memberikan keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu, Allah akan ampuni dosanya, dan dia dibebaskan dari neraka. Pada bulan ini, perbanyaklah empat hal, dua diantaranya membuat kamu diridhai Rabbmu, dan dua yang lainnya sesuatu yang sangat kamu butuhkan.</p>
<p>Dua hal yang membuat kamu diridhai Rabbmu adalah:</p>
<ol>
<li>Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan</li>
<li>Kamu meminta ampunan kepada-Nya.</li>
</ol>
<p>Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah:</p>
<ol>
<li>Kamu meminta syurga kepada Allah, dan</li>
<li>Kamu minta dilindungi dari neraka.</li>
</ol>
<p>Siapa yang memberikan minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman kepadanya dari telagaku yang tidak akan menjadi haus sampai dia masuk syurga&#8221;. (HR Ibnu Khuzaimah).</li>
<li><strong>Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.</strong><br />
Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan. Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur&#8217;an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.Pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang dibadaikan dalam Al Qur&#8217;an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.Ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan &#8216;Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=9&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2007/10/09/keutamaan-bulan-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Potensi vs impotensi</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2006/11/15/potensi-vs-impotensi/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2006/11/15/potensi-vs-impotensi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2006 04:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2006/11/15/potensi-vs-impotensi/</guid>
		<description><![CDATA[Bisakah Anda jelaskan apa yang jadi impian Anda lima tahun mendatang? Inikah jawaban Anda, “Pokoknya bagaimana nantilah, yang penting kita lakukan saja apa yang ada di depan kita saat ini.” Jika ya, artinya Anda orang tipe bagaimana nanti bukan nanti bagaimana. Lho, apa bedanya?
Perbedaannya tipis sekali. Yang pertama menyiratkan makna bahwa seolah-olah perencanaan hidup sukses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=22&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bisakah Anda jelaskan apa yang jadi impian Anda lima tahun mendatang? Inikah jawaban Anda, “Pokoknya bagaimana nantilah, yang penting kita lakukan saja apa yang ada di depan kita saat ini.” Jika ya, artinya Anda orang tipe bagaimana nanti bukan nanti bagaimana. Lho, apa bedanya?</p>
<p class="MsoNormal">Perbedaannya tipis sekali. Yang pertama menyiratkan makna bahwa seolah-olah perencanaan hidup sukses tidak sepenting dibanding pencapaian sukses itu sendiri. Sedangkan yang kedua mengatakan, merencanakan hidup sukses merupakan sebagian jalan yang harus ditempuh untuk mencapai sukses hidup.</p>
<p class="MsoNormal">Dan, setiap orang punya potensi yang sama untuk sukses. Anehnya, mengapa ada yang berhasil dan yang lain gagal? Jawabannya ternyata sederhana: orang itu gaga1 karena potensinya masih tersembunyi atau belum muncul ke permukaan. Bisa juga karena belum memfungsikannya secara optimal. Jadi, sumber kegagalan orang itu adalah impotensi. Pemberian rangsangan adalah cara jitu agar yang bersangkutan dapat berpikir dan bertindak lebih powerful.</p>
<p class="MsoNormal">Alangkah indahnya kita hidup dan tinggal di lingkungan orang-orang berpikir positif dan berjiwa besar penuh vitalitas. Akan selalu ada orang yang memberikan ‘stroom’ untuk bangkit di saat problematika, dilematika, dan romantika kehidupan datang bertubi-tubi. Lalu, stimulasi macam apa yang dapat mengubah impotensi menjadi potensi sehingga mampu memompa semangat kita yang sedang 3L (lesu, letih, lemah). Stimulasi itu adalah internal motivation, yaitu kemauan dan keberanian serta konsistensi untuk membangunkan potensi kita yang sedang tidur..</p>
<p class="MsoNormal">Hal pertama yang perlu dilakukan ialah harus mau dan berani untuk menantang diri sendiri dan selalu siap menangkap tantangan yang ada di hadapan kita. Umumnya hambatan yang paling kuat dalam menghadapi tantangan adalah cap buruk terhadap diri sendiri yang merasa tidak mampu melakukan hal-hal besar dan cenderung menjadi orang biasa-biasa saja. Selanjutnya, ciptakan kompetisi untuk membangkitkan potensi diri kita. Dalam diri kita selalu ada pertarungan 2 kubu, yaitu kubu idealisme dan kubu realisme, kubu optimisme dan kubu pesimisme, atau kubu harapan dan kubu kekhawatiran. Kita tidak bisa melihat kubu itu sebagai lawan atau kawan atau mendikotomi keduanya karena keduanya bersifat saling mengisi.</p>
<p class="MsoNormal">Seorang karyawan bisa saja menjadi penuh dedikasi ketika ia mendapat kabar akan dipensiunkan. Tentu saja pembaca yang budiman, saya tidak bermaksud mengatakan pada Anda bahwa kita akan menjadi lebih baik lantaran menantikan kehadiran sebuah bencana lebih dulu, namun bagaimana kita berimajinasi seolah-olah bencana sudah ada di depan mata kita.</p>
<p> Para ahli agama mengatakan, ”Berbuatlah kalian untuk duniamu seolah-olah hidup selama-lamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seolah-olah mati besok”. Manajemen ‘seolah-olah’ agaknya menjadi hal terakhir yang dapat membangkitkan impotensi kita.</p>
<p><a href="http://beranda.blogsome.com/2006/11/08/potensi-vs-impotensi/" target="_blank">via</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=22&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2006/11/15/potensi-vs-impotensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan dan kasih Allah</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/12/ramadhan-dan-kasih-allah/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/12/ramadhan-dan-kasih-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2006 08:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2006/10/12/ramadhan-dan-kasih-allah/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Saat ini kita sedang berada di bulan suci Ramadhan. Kalau kita kembali mengingat tahun lalu pada saat yang sama, Ramadhan juga hadir dan kita pun berpuasa. Lalu sekarang kita sedang menanti Ramadhan berikutnya. Ramadhan selalu datang silih berganti setiap tahun. Kita mesti merenungkan waktu yang terus berlalu. Bila kita berusia 20 tahun, 30 tahun, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=21&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="post-content">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Saat ini kita sedang berada di bulan suci Ramadhan. Kalau kita kembali mengingat tahun lalu pada saat yang sama, Ramadhan juga hadir dan kita pun berpuasa. Lalu sekarang kita sedang menanti Ramadhan berikutnya. Ramadhan selalu datang silih berganti setiap tahun. Kita mesti merenungkan waktu yang terus berlalu. Bila kita berusia 20 tahun, 30 tahun, atau lebih tua lagi, maka perhatikanlah waktu yang berlalu menghabiskan sisa umur kita. Suatu saat, bila Allah Swt mengizinkan, kita akan mencapai usia 60 tahun. Pada saat itupun mungkin kita sedang menanti Ramadhan sebagaimana orang tua kita sekarang. Kita harus memanfaatkan waktu yang Allah berikan sepanjang bulan suci Ramadhan. Hari ini, saya tidak ingin membahas tentang tata cara berpuasa dan juga tidak membahas tentang apa-apa yang biasanya kita lakukan di bulan Ramadhan. Karena insya Allah kita semua sudah memahaminya sebagaimana yang kita lakukan selama ini. Sekarang, saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan para hadirin sekalian bahwa kita perlu meraih peluang emas selama Ramadhan untuk beribadah sebaik mungkin. Kalau kita mampu meraih peluang tersebut, kita akan mendapatkan banyak pahala. Namun bila kita gagal, kita akan kehilangan banyak hal.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:<br />
Adalah Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, <em>&#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.&#8221;</em> (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><em>&#8220;Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan.&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kalau kita merenungi hadits ini, tampak sekali bahwa Allah Swt telah berbuat sesuatu untuk menolong kita dengan kehadiran Ramadhan. Pernahkah kita berfikir mengapa Allah Swt melakukan hal ini? Mengapa Allah Swt membuka pintu syurga, seraya menutup pintu neraka dan membelenggu syetan-syetan? Jawabannya adalah Allah Swt ingin agar kita semua masuk ke syurga, karena Allah Swt sangat sayang kepada kita. Apakah kita yang hadir disini merasakan betapa besar cinta-nya Allah Swt kpd kita? Allah ingin agar kita memiliki tingkat spiritual yang tinggi untuk merasakan kebersamaan dengan Allah, merasakan kebersamaan dengan sang Pencipta, agar kita beribadah kepada-Nya dengan penuh kesungguhan walaupun hanya dalam satu bulan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Ya.. sebenarnya kita sudah tahu bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling utama dalam satu tahun. Saya yakin semua yang hadir disini mengetahui hal ini. Tapi apa yang sudah kita persiapkan untuk memasuki Ramadhan? Kita melihat bahwa kebanyakan orang sangat sibuk dengan urusan bisnisnya, sibuk dengan pekerjaannya, sibuk dengan study-nya. Tak ada satupun orang yang memberikan hak Allah untuk sibuk beribadah kepada Allah Swt meski hanya satu bulan. Bisnis, pekerjaan dan study tidak akan berkurang bila kita meluangkan waktu sejenak untuk Allah. Tapi kalau kita tidak mau meluangkan waktu untuk Allah, bisa jadi uang kita bertambah, pekerjaan kita dipuji atasan, kita bisa publish banyak paper dan memperoleh gelar Master atau Doktor, TAPI pada kenyataannya kita telah kehilangan semua itu. Bisnis, pekerjaan dan study yang telah kita lakukan mati-matian, tidak akan berguna dihari pembalasan. Pada hari itu, jika Allah bertanya kepada kita, ”mengapa engkau tidak melakukan ini dan itu?” Kita tidak akan punya jawaban apa-apa kecuali, ”Ya Tuhanku, saya memiliki urusan bisnis, pekerjaan saya menumpuk, riset dan study saya sangat berat dan menyita waktu”. Allah akan berkata ,”Ambilah bisnis kalian, ambilah pekerjaan kalian, ambil paper-paper kalian, dan masuklah ke neraka”. Sekali lagi, akhirnya kita merugi dan kehilangan semuanya.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Saudaraku,<br />
Perhatikanlah hadits-hadits berikut ini:</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>Man shoma romadhona imanan wakhtisaban,      ghufirolahu ma taqodama min dzanbih</em>. <em>Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya yang telah lalu.</em> (Hadits Riwayat Bukhari dan      Muslim).</li>
<li>Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi bersabda: &#8220;Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. Ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.’ Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.&#8221;</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" align="justify">Tampak sekali bahwa Allah memberikan kesempatan yang begitu besar bagi kita di bulan Ramadhan untuk menghapus dosa2 yang pernah kita lakukan. Bahkan Allah menyediakan suatu malam yang bila pada malam itu kita melakukan suatu ibadah, maka Allah akan memberikan pahala setara dengan pahala ibadah itu bila dilakukan selama 1000 bulan (lebih dari 80 tahun). Kita mungkin tidak pernah mencapai usia setua itu. Mengapa Allah membuka peluang seperti itu? Apakah kita cukup qualified untuk menerima penghargaan yang sedemikian tingginya? Apakah setelah tahu hal ini kita akan beribadah kepada-Nya sebagaimana yang Allah inginkan? Apakah kita akan melakukan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Tanyakan kepada diri kita masing-masing mengapa Allah membuka peluang ini? Allah selalu memberikan nikmat dalam hidup kita, Allah menyediakan begitu banyak peluang untuk menumpuk pahala, tapi mengapa kita mengabaikan peluang itu, bahkan malah menumpuk dosa? Mengapa? Tanyakan kepada hati kita masing-masing. Coba renungkan, seandainya kita ini adalah pesuruh dari seorang raja, dimana sang raja selalu memperhatikan dan memberikan apa yang kita minta dan pada saat yang sama sang raja meminta kita melakukan hanya sedikit sesuatu, tetapi kita tidak mau melakukannya. Sang raja-pun selalu memberikan sekian banyak peluang, bahkan melipatgandakan hadiah bila kita mau melakukannya bahkan bersedia menolong kita kalau kita mau melakukan perintahnya…… tapi… kita tetap tidak mau melakukannya. Makhluk macam apa kita ini??? Kira-kira apa yang akan diperbuat oleh sang raja bila ada pesuruhnya yang sulit diatur, malas, suka membantah dan tidak mengerti rasa terima kasih??! Ketahuilah saudaraku semua, Allah Swt adalah Raja jagad raya. Seluruh kekuatan dan ilmu berada di tangan-Nya. Dan kita ini adalah para hamba yang sangat tidak berarti dihadapan-Nya. We are nothing!!!!! Mohon renungkan hal ini saudaraku semua.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Imam Al Ghazali menerangkan dalam kitab Ihya Ulumuddin bahwa puasa terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu puasa yang umum, puasa yang spesifik, dan puasa yang paling spesifik. Puasa yang umum adalah menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Tingkatan puasa yang kedua, adalah mengontrol pandangan, mengontrol lidah, tangan, kaki serta pendengaran untuk menghindar dari perbuatan buruk dan dosa. Sedangkan tingkatan puasa yang ketiga adalah puasa hati. Diantara kita mungkin ada yang bertanya, ”bagaimana cara melakukan puasa hati?” Arti dari puasa hati adalah berusaha menjaga hati kita agar berpuasa dari keinginan melakukan kemaksiatan dan sekaligus mengisi hati kita dengan hanya mengingat Allah seperti dengan berdzikir, membaca qur’an, serta berdo’a. Mereka-mereka yang terbiasa melakukan puasa hati selalu berusaha mengosongkan isi hatinya kecuali hanya ada Allah disana. Tak ada nama seorangpun dihatinya, tak ada ayah, tak ada ibu, tak ada uang, tidak ada posisi jabatan, tak ada paper atau jurnal, tak ada bazar dan sale, tak ada apapun juga kecuali hanya ada Allah didalam hatinya. Saudaraku sekalian, cobalah merasakan puasa seperti ini, walaupun cuma satu jam, atau cuma setengah jam, atau bahkan cuma semenit!!! kalau kita tak mampu melakukannya, maka tangisilah diri kita yang begitu lemah..</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Saudaraku,<br />
Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan tahun ini. Waspadalah, bahwa belum tentu kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan pada tahun depan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Wallahu’alam bishawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=21&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/12/ramadhan-dan-kasih-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa-Dosa Besar, dan Dosa Kecil yang Menjadi Besar</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/dosa-dosa-besar-dan-dosa-kecil-yang-menjadi-besar/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/dosa-dosa-besar-dan-dosa-kecil-yang-menjadi-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 05:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/dosa-dosa-besar-dan-dosa-kecil-yang-menjadi-besar/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)&#8221;. An Nisaa: 31
Hidup sebagai pilihan
Ayat di atas adalah adalah salah satu dari delapan ayat, yang dikatakan oleh Ibnu Abbaas r.a. sebagai berikut: &#8220;di dalam surah ini [surah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=20&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)&#8221;. An Nisaa: 31</p>
<p>Hidup sebagai pilihan</p>
<p>Ayat di atas adalah adalah salah satu dari delapan ayat, yang dikatakan oleh Ibnu Abbaas r.a. sebagai berikut: &#8220;di dalam surah ini [surah an Nisaa] terdapat delapan ayat yang menjadi pangkal kebaikan bagi umat ini, sepanjang siang dan sepanjang malam&#8221;. Ayat-ayat itu dimulai dengan firman Allah SWT:<br />
&#8220;Allah hendak menerangkan (hukum syari&#8217;at-Nya) kepadamu&#8221;. (An Nisaa: 26)<br />
&#8220;Dan Allah hendak menerima taubatmu&#8221;. (An Nisaa: 27)<br />
&#8220;Allah hendak memberikan keringanan kepadamu &#8220;. (An Nisaa: 28).<br />
Selanjutnya:<br />
&#8220;Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya&#8221;.</p>
<p>Ayat-ayat yang mulia di atas menjadi pangkal kebaikan bagi masing-masing individu umat Islam sepanjang hari-hari yang ia lewati. Karena ayat-ayat tersebut memberikan batasan-batasan dan ranjau-ranjau yang harus diperhatikan<br />
oleh individu Muslim saat ia melakukan pilihan bagi ayunan langkahnya, sehingga ia tidak terjerumus ke dalam pilihan yang bodoh yang tidak berpedoman pada manhaj Allah. Manusia, tidak seperti makhluk Allah lainnya diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidupnya. Manusia memiliki kemampuan lebih dari sekalian makhluk Allah yang lain. Kelebihan manusia itu adalah potensi akalnya, yang memberikannya kemampuan untuk menentukan pilihan terhadap alternatif-alternatif yang tersedia di hadapannya. Sementara makhluk-makhluk lain yang diciptakan Allah, terbentuk sebagai makhluk yang telah terprogram secara total oleh Allah, tanpa diberikan kemampuan untuk melakukan pilihan.<br />
Dan puas menjadi makhluk yang mengalir di horison koridor yang telah dibentangkan oleh Allah SWT baginya. Kita mengetahui bahwa Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh&#8221;. Al Ahzaab: 72.</p>
<p>Dikatakan manusia telah menzhalimi dirinya ketika ia memilih untuk memegang kendali pilihan bebas dirinya saat menghadapi godaan syahwat atau saat menghadapi kehendak manhaj Allah SWT. Sementara makhluk-makhluk yang menundukkan dirinya kepada pilihan Allah, tidak menghadapi masalah seperti ini.<br />
Seluruh makhluk selain manusia, hidup mengalir secara mekanis berdasarkan kehendak Allah, dan terbebas dari kesalahan melakukan pilihan bagi dirinya. Namun, Allah SWT dalam ayat-ayat tersebut memberikan informasi yang menenangkan manusia; yakni sekalipun manusia suatu kali pernah melakukan pilihan yang bodoh, sehingga melanggar kehendak dan ketentuan Allah, namun Allah berkehendak untuk memberikan cahaya penerang baginya yang menuntutnya dalam<br />
mengarungi kehidupanya, memberikan kesempatan baginya untuk bertaubat kepada Allah, dan memberikan keringanan baginya atas kesalahan dan kekeliruan yang telah ia lakukan.</p>
<p>Dosa-dosa besar</p>
<p>Agar kita tidak terjerumus dalam dosa-dosa besar, hendaknya kita mengenal apa saja yang dikategorikan dalam dosa-dosa besar. Abu Abdillah Ja&#8217;far bin Muhammad Shadiq pernah ditanya oleh Amru bin Ubaid, seorang ulama Bashrah, dan seorang zahid tentang dosa-dosa besar. Kemudian beliau menjawab sambil menyebutkan dalilnya dari Al Qur&#8217;an. Di antara dosa-dosa besar adalah:</p>
<p>1. Syirik kepada Allah (An Nisaa: 48, Al Maaidah: 72)<br />
2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah (Yusuf: 87)<br />
3. Merasa aman dari ancaman Allah (Al A&#8217;raf: 99)<br />
4. Durhaka pada orang tua (Maryam: 32)<br />
5. Membunuh (An Nisaa: 93)<br />
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina (An Nuur: 23)<br />
7. Memakan riba (Al Baqarah: 275)<br />
8. Lari dari medan pertempuran (Al Anfaal: 16)<br />
9. Memakan harta anak yatim (An Nisaa: 10)<br />
10. Berbuat zina (Al Furqaan: 68-69)<br />
11. Menyembunyikan persaksian (Al Baqarah: 283)<br />
12. Sumpah palsu (Ali Imran: 77)<br />
13. Berkhianat atas ghanimah (Ali Imran: 161)<br />
14. Minum khamr (Al Maaidah: 90)<br />
15. Meninggalkan shalat (Al Muddatsir: 42-43)<br />
16. Melanggar perjanjian dan memutuskan tali silaturahmi (Al Baqarah: 27)</p>
<p>Berubahnya dosa kecil menjadi dosa besar</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim pernah berkata: &#8220;Dosa-dosa besar biasanya disertai dengan rasa malu dan takut serta anggapan besar atas dosa tersebut, sedang dosa kecil biasanya tidak demikian. Bahkan yang biasa adalah bahwa dosa kecil sering disertai dengan kurangnya rasa malu, tidak adanya perhatian dan rasa takut, serta anggapan remeh atas dosa yang dilakukan, padahal bisa jadi ini adalah tingkatan dosa yang tinggi (tahdzib madarij as salikin hal 185-186).</p>
<p>Dengan demikian maka dosa kecil dapat berubah menjadi besar dengan adanya faktor-faktor yang memperbesarnya, yaitu:</p>
<p>1. Terus menerus dalam melakukannya<br />
&#8220;Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar.&#8221; Ucapan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas Radhiallaahu &#8216;anhu berdasarkan atsar yang saling menguatkan satu dengan yang lain (ithaf as-sa&#8217;adah al-muttaqin 10/687).</p>
<p>2. Anggapan remeh atas dosa tersebut<br />
Rasulullah saw telah bersabda: &#8220;Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.&#8221; (HR ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath)</p>
<p>3. Merasa senang dan bangga dengan dosa</p>
<p>4. Meremehkan &#8220;tutup dosa&#8221; dan kesantunan Allah<br />
Yaitu ketika pelaku dosa kecil terbuai dengan kemurahan Allah dalam menutupi dosa. Ia tidak sadar bahwa itu adalah penangguhan dari Allah untuk-nya. Bahkan ia menyangka bahwa Allah sangat mengasihinya dan memberi perlakuan lain kepadanya.</p>
<p>5. Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah<br />
Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam telah bersabda: &#8221; Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: &#8220;Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!&#8221; (HR Muslim, kitabuz zuhd)</p>
<p>6. Jika pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau dikenal keshalihannya<br />
Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan. (Dari Al-&#8217;Ibadat Al-Qalbiyah,Dr. Muhammad bin Hasan bin Uqail Musa Asy-Syarif)</p>
<p>Bahaya mengganggap enteng dosa</p>
<p>Sebagai seorang mu&#8217;min, hendaknya kita tidak menganggap remeh dosa-dosa yang telah kita lakukan. Dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallahu &#8216;anhu, ia berkata : &#8220;Sesungguhnya seorang mu&#8217;min, ia melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk<br />
dibawah gunung, ia takut kalau gunung itu jatuh menimpanya. Dan sesungguhnya seorang fajir (yang banyak berbuat dosa) melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya maka ia berbuat demikian menggerakkan tangannya<br />
maka ia mengusirnya.&#8221;</p>
<p>Ketika akan berbuat dosa hendaknya kita mengingat perkataan bijak ini:<br />
&#8220;Janganlah engkau melihat kepada kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat maksiat.&#8221;</p>
<p>Semoga Allah mengaruniakan pada kita Al Furqaan dan menerima taubat kita.</p>
<p>-via <a href="http://www.keadilan-jepang.org" target="_blank">pipks jepang</a>  -</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=20&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/dosa-dosa-besar-dan-dosa-kecil-yang-menjadi-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munajat..</title>
		<link>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/munajat/</link>
		<comments>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/munajat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 04:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/munajat/</guid>
		<description><![CDATA[Allah azza’wa jalla akan turun ke langit dunia setiap malam, ketika sepertiga malam terakhir seraya berfirman : “Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta keampunan dari-Ku maka aku akan mengampuninya. (HR. Bukhori dan Muslim)
 Banyak waktu untuk bermunajat kepada Alloh, setiap habis sholat, antara adzan dan iqomah, di waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=18&subd=arsaf&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah azza’wa jalla akan turun ke langit dunia setiap malam, ketika sepertiga malam terakhir seraya berfirman : “Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta keampunan dari-Ku maka aku akan mengampuninya. (HR. Bukhori dan Muslim)</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Banyak waktu untuk bermunajat kepada Alloh, setiap habis sholat, antara adzan dan iqomah, di waktu malam, ketika mendapat kesulitan, ketika teraniaya, ketika bersyukur memperoleh kenikmatan atau dalam waktu-waktu lain yang tidak teratur secara terperinci.</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari sekian banyak kesempatan, waktu malam lah saat yang paling ideal untuk bermunajat kepada Alloh SWT. Berikut adalah sebagian keutamaan bagi hamba Alloh yang menghidupkan malam dengan ibadah sebagai mana dijelaskan oleh Al-Qur’an.</span></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol>
<li><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ciri orang-oang yang sholeh</span></font></li>
</ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Mereka itu tidak sama; diatara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Alloh pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat) Mereka beriman kepada Alloh dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar dan bersegera kepada mengerjakan kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang sholeh. Dan apa-apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) dan Alloh maha mengetahui orang-orang yang bertaqwa” (QS. Ali Imran :113-115)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">       1. Layak      Menikmati Syurga.</span></font></p>
<ol></ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Katakan” Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ? Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Alloh), pada sisi Tuhan mereka ada syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan ada pula istri-istri yang disucikan serta keridhoan Alloh. </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan Alloh maha melihat akan hambanya. Yaitu orang-orang yang berdo’a : “ Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman , maka ampunilah segala dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh dan memohon ampun di waktu sahur. (QS. Ali Imran; 15-17)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">       2. Memiliki      hati mulia</span></font></p>
<ol></ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan. Dan Orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (QS. Al Furqon 63-64)</span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Mendapat      Kucuran Rahmat</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol></ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“(Apakah kamu, hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan Rahmat Tuhannya? </span></font><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Katakanlah “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? ’Seseungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS. Az Zumar: 9)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4. Akan Tabah menghadapi ketetapan Alloh SWT</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<ol></ol>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepadaNya pada beberapa saat di malam hari dan waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar) .(QS. Ath Thur : 48-49)</span></font></p>
<p style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wassalam, via hilman-<br />
</span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsaf.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsaf.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsaf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsaf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsaf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsaf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsaf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsaf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsaf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsaf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsaf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsaf.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsaf.wordpress.com&blog=404820&post=18&subd=arsaf&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsaf.wordpress.com/2006/10/05/munajat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b95a4fe3d7667e28c928e1184f1ddc2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>